Kunci Ibadah (Bag. 1)

Kunci Ibadah (Bag 1)

Bab I Hal-hal Yang Berkaitan dengan Iman, Islam dan Ihsan

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

Kunci Ibadah (Bag 1) Satu-satunya agama yang diturunkan Allah kepada para hamba-Nya dengan melalui perantara Rasul-Rasul-Nya adalah agama Islam. Dengan demikian, maka tak ada satu pun agama yang sah dan diakui oleh-Nya kecuali hanya Agama Islam semata. Hal ini sebagaimana yang ditegaskan Allah dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 19 berikut ini:

Kunci Ibadah (Bag 1) 1-1_QS_Ali_Imran-19_-_IwLmb

“Innad-diina ‘indallahil Islaam”

Artinya: “Sesungguhnya agama (ad-dien) pada sisi Allah itu adalah Islam.”

Jadi agama yang dibawa dan disampaikan oleh para Nabi, sejak Nabi Adam AS, hingga Nabi Muhammad SAW tidak lain adalah Agama Islam. Hanya saja namanya yang berbeda-beda. Hal ini disebabkan karena di antara para Nabi atau Rasul tersebut berbeda-beda bahasanya. Seperti Nabi Musa yang menggunakan Bahasa Ibrani, Nabi Daud menggunakan Bahasa Qibthi, Nabi Isa menggunakan Bahasa Suryani, Nabi Muhammad menggunakan Bahasa Arab, dan sebagainya.

Tentang kesamaan agama yag dibawa dan disampaikan oleh para Nabi atau Rasul tersebut dapat dibuktikan dari beberapa keterangan yang terdapat dalam Al-Qur’an. Di antaranya yaitu:

a. Do’a Nabi Yusuf AS sebagaimana yang tersebut dalam surat Yusuf ayat 101:

Kunci Ibadah (Bag 1) 1-2_QS_Yusuf-101_-_IwLmb

“Anta waliyii fiddun-ya wal aakhirati, tawaffanii musliman wa-hiqnii bish-shaalihiin

Artinya: “Engkaulah (Allah) pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan pertemukanlah aku dengan orang-orang yang shaleh.”

b. Permohonan para ahli sihir Fir’aun setelah mereka mengakui kebenaran agama yang dibawa oleh Nabi Musa AS sebagaimana yang tersebut dalam Surat Al-A’raf ayat 126:

Kunci Ibadah (Bag 1) 1-3_QS_Al-Araf-126_-_IwLmb

“Robbana afrigh ‘alainaa shabraa watawaffanaa muslimiin.”

Artinya: “Ya Tuhan kami, penuhilah hati kami dengan kesabaran, dan matikanlah kami sebagai orang Islam.”

c. Wasiat Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ya’qub AS kepada putranya, sebagaimana yang tersebut dalam Surat Al-Baqarah ayat 132:

Kunci Ibadah (Bag 1) 1-4_QS_Al-Baqarah-132_-_IwLmb

“Wa Washshaa bihaa Ibraahiimu baniihi wa Ya’quuba, ya baniyya innallaahashthafaa lakumuddiina, falaa tamuutunna illa wa antum muslimuun.”

Artinya: “Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub, katanya: “Hai anak-anakku, sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati, kecuali dalam (keadaan) memeluk agama Islam.

Oleh karena itu, barangsiapa yang memeluk agama selain Islam, maka sudah barang tentu amalan-amalan yang ia kerjakan akan sia-sia belaka. Karena Allah tidak akan menerima amalan-amalan yang dikerjakan bukan berdasarkan agama Islam. Perhatikan firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 85 berikut ini:

Kunci Ibadah (Bag 1) 1-5_QS_Ali_Imran-85_-_IwLmb

“Wa man-yabtaghi ghairal islaami diinan falan-yuqbala minhu wa huwa fil aakhirati minal khaasiriin.”

Artinya: “Dan barangsiapa yang mencari agama selain Islam, maka tidaklah akan diterima (agama itu) darinya, dan dia diakhirat termasuk golongan orang-orang yang merugi.”

Semenjak diturunkan pada masa Nabi Adam, Nabi Idris, dan Nabi-Nabi selanjutnya, agama Islam telah mengalami beberapa perubahan untuk disesuaikan dengan kondisi atau keadaan masyarakat pada itu. Hingga akhirnya, pada masa Nabi Muhammad SAW agama Islam telah mencapai puncak kesempurnaan, hingga tak mungkin lagi diadakan perubahan-perubahan. Segala macam isi dan ajaran-ajaran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW tersebut telah telah dapat mencakup segala macam bentuk kehidupan, dapat mengatur segala bentuk perilaku, serta dapat diterima dan diamalkan oleh segala macam bangsa di setiap tempat dan di setiap zaman. Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Maidah ayat 3 seperti berikut ini:

Kunci Ibadah (Bag 1) 1-6_QS_Al-Maaidah-3_-_IwLmb

“Al-yauma akmaltu lakum diinakum wa atmamtu ‘alaikum ni’matii wa radhiitu lakumul islaama diinaa.”

Artinya: “Pada hari ini Aku (Allah) telah menyempurnakan untukmu agamamu, juga telah Ku-cukupkan kepadamu kenikmatan-Ku, dan Ku-relakan (agama) Islam itu menjadi agamamu.”

Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa ajaran agama Islam itu berintikan kepada 3 hal pokok, yang satu sama lain saling berkaitan dan tidak dapat dipisah-pisahkan. Maka apabila pada diri seseorang telah terdapat ketiga hal tersebut, maka barulah dia dapat disebut Muslim (orang Islam) yang sebenar-benarnya. Adapun ketiga hal tersebut adalah:

1. Iman (kepercayaan)

2. Islam (penyerahan)

3. Ihsan (kebaikan)

1. Iman

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

A. Pengertian Iman
Berdasarkan penjelasan Rasulullah SAW sebagaimana yang tersebut dalam Hadits Riwayat Imam Muslim, bahwa yang dimaksud dengan iman yaitu:

“Al-iimaanu ‘aqdun bin qalbi wa iqraarun bil lisaani wa ‘amalun bil arkaani.”

Artinya: “Iman yaitu mengakui dengan yakin di dalam hati, mengikrarkan dengan lisan, dan mengerjakan dengan anggota badan.”

Dengan demikian iman itu tidak cukup hanya diakui di dalam hati atau diucapkan dengan lisan saja, akan tetapi lebih daripada itu ia harus dibuktikan dengan amal perbuatan.

B. Rukun-Rukun Iman
Adapun rukun iman itu ada 6 macam, yaitu:

1. Iman Kepada Allah
Apabila seseorang mengaku beriman, maka yang pertama harus ia akui dan ia percayai adalah tentang adanya Allah. Dia harus percaya dan yakin dengan seyakin-yakinnya, bahwa Allah-lah yang telah menciptakan dirinya dan semua isi alam ini, Allah-lah Yang Maha Hidup, Maha Mengetahui, Maha Esa, Maha Mendahului, Maha Sempurna, Dan Maha Suci dari segala macam sifat-sifat yang tercela.

Oleh karena iman itu tidak cukup hanya diyakini di dalam hati atau diucapkan dengan lisan saja, maka ia pun harus membuktikan keimanannya kepada Allah tersebut dengan amal perbuatan, yakni dengan menjalankan apa-apa yang diperintahkan-Nya dan juga menjauhi apa-apa yang dilarang-Nya.

2. Iman Kepada Malaikat-malaikat Allah
Satu-satunya jenis makhluk Allah yang paling taat dan patuh kepada-Nya adalah malaikat. Ia diciptakan Allah dari nur atau cahaya. Ia tidak mempunyai jenis kelamin, tidak bersyahwat, tidak makan, tidak minum, tidak tidur dan tidak dapat dilihat bentuk aslinya oleh mata manusia.

Adapun jumlah pada malaikat itu sendiri tidak ada seorangpun yang mengetahui. Akan tetapi dari sekian banyaknya malaikat-malaikat itu ada 10 yang wajib kita ketahui. Kesepuluh malaikat tersebut yaitu:

1. Malaikat Jibril, yakni yang bertugas menyampaikan wahyu kepada para Nabi atau Rasul.

2. Malaikat Mikail, yakni yang bertugas sebagai pembagi rezeki dan pengatur hujan.

3. Malaikat Israfil, yakni yang bertugas sebagai peniup sangkakala (terompet) pada hari kiamat.

4. Malaikat Izrail, yakni yang bertugas sebagai pencabut nyawa.

5 & 6. Malaikat Munkar dan Nakir, yakni yang bertugas untuk memeriksa atau menanyai orang-orang yang mati di dalam kubur.

7 & 8. Malaikat Raqib dan Atid, yakni yang bertugas sebagai pencatat setiap amal perbuatan manusia selama hidupnya di dunia.

9. Malaikat Malik, yakni yang bertugas sebagai penjaga neraka.

10. Malaikat Ridwan, yakni yang bertugas sebagai penjaga surga.

3. Iman Kepada Kitab-Kitab Allah
Dari sekian banyaknya kitab-kitab Allah yang tidak ada seorang pun yang mengetahui secara pasti berapa jumlahnya, ada 4 macam kitab Allah yang wajib kita ketahui. Keempat macam kitab Allah tersebut yaitu:

1. Kitab Taurat, yakni yang diturunkan kepada Nabi Musa (Kitab ini menggunakan bahasa Ibrani).

2. Kitab Zabur, yakni yang diturunkan kepada Nabi Daud (Kitab ini menggunakan bahasa Qibthi).

3. Kitab Injil, yakni yang diturunkan kepada Nabi Isa (Kitab ini menggunakan bahasa Suryani).

4. kitab Al-Qur’an, yakni yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW (Kitab ini menggunakan bahasa Arab).

4. Iman Kepada Rasul-Rasul Allah
Yang dimaksud dengan Rasul yaitu seseorang yang menerima wahyu dari Allah untuk kemudian disampaikan kepada umatnya. Sedangkan yang dimaksud dengan Nabi yaitu seseorang yang juga menerima wahyu dari Allah, akan tetapi hanya untuk dirinya sendiri. Masing-masing Rasul itu mempunyai 4 macam sifat wajib, yaitu:

1. Shiddiq (benar)

2. Amanah (jujur dan dapat dipercaya)

3. Tabligh (menyampaikan)

4. Fathanah (cerdas atau pandai)

Adapun jumlah para Rasul yang wajib kita ketahui itu ada 25 orang, yaitu:

1. Nabi Adam AS
2. Nabi Idris AS
3. Nabi Nuh AS
4. Nabi Hud AS
5. Nabi Shaleh AS
6. Nabi Ibrahim AS
7. Nabi Luth AS
8. Nabi Ismail As
9. Nabi Ishaq AS
10. Nabi Ya’qub AS
11. Nabi Yusuf AS
12. Nabi Ayub AS
13. Nabi Syu’aib AS
14. Nabi Musa AS
15. Nabi Harun AS
16. Nabi Dzulkifli AS
17. Nabi Daud AS
18. Nabi Sulaiman AS
19. Nabi Ilyas AS
20. Nabi Ilyasa AS
21. Nabi Yunus AS
22. Nabi Zakaria AS
23. Nabi Yahya AS
24. Nabi Isa AS
25. Nabi Muhammaad SAW

5. Iman Kepada Hari Akhir (Kiamat)
Yang dimaksud dengan hari akhir (kiamat) yaitu suatu hari dimana alam beserta seluruh isinya ini hancur binasa untuk berganti dengan kehidupan baru yang lebih kekal dan abadi. Dalam kehidupan baru itulah manusia akan menerima balasan dari setiap amal perbuatan yang pernah ia lakukan selama hidup hidup di dunia. Yang jahat akan mendapatkan siksa (nereka), dan yang baik akan mendapatkan pahala (surga).

6. Iman Kepada Qadla dan Qadar
Setiap orang yang beriman harus mempercayai, bahwa segala apa yang terjadi, baik yang menyenangkan maupun yang menyedihkan, baik yang sudah terjadi, sedang terjadi maupun yang akan terjadi, semuanya itu adalah sudah menjadi ketentuan dari Allah.

Walaupun demikian , kita tidak boleh untuk menyerah atau pasrah begitu saja terhadap segala macam ketentuan Allah tersebut. Sebab bagaimanapun juga, kita masih diwajibkan untuk selalu berusaha dan berikhtiar. Adapun tentang hasilnya nanti, kita serahkan sepenuhnya kepada Allah. Hal yang demikian inilah yang disebut dengan tawakkal.

2. Islam

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

A. Pengertian Islam
Kata “Islam” berasal dari kata “Aslama” yang berarti “menyerahkan diri,” yakni menyerahkan diri secara penuh kepada Allah dengan berbakti kepada-Nya agar memperoleh kebahagiaan hidup, baik ketika di dunia dan terlebih lagi di akhirat kelak.

Adapun tentang pengertian Islam itu sendiri adalah sebagaimana penjelasan Rasulullah SAW yang tersebut dalam Hadits Riwayat Muslim berikut ini:

“Al-islaamu an tasyhada an laa ilaaha illallaahu wa anna Muhammadan Rasuulullaahi, wa tuqiimushshalaata, wa tu’tiyazzakaata, wa tashuuma ramadhaana, wa tahujjal baita inistatha’ta ilaihi sabiilaa.”

Artinya: “Islam yang engkau menyaksikan bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan (Rasul) Allah, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, melakukan puasa pada bulan Ramadhan, dan menunaikan ibadah haji ke Baitullah jika engkau mampu (melakukan) perjalanannya.”

B. Rukun-Rukun Islam
Sebagaimana yang telah disebutkan pada Hadits di atas, bahwa rukun Islam itu ada 5, yaitu:

1. Mengucapkan Dua Kalimat Syahadat
Adapun bunyi dua kalimat syahadat tersebut yaitu:

“Asyhadu an laa illaha illallaahu, wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah.”

Artinya: “Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan (Rasul) Allah.”

2. Mendirikan Shalat
Di dalam sebuah Hadits Riwayat Muslim disebutkan, bahwa Rasuulullah SAW pernah bersabda:

“Bainar Rajuli wa bainal kufri wasy-syirki tarkus shalah.”

Artinya: “Batas antara seseorang dengan kekufuran dan syirik adalah meninggalkan shalat.”

Berdasarkan Hadits di atas dapat diambil kesimpulan, bahwa kalau seseorang tidak mau disebut kufur atau musyrik, maka sudah barang tentu ia harus senantiasa memelihara shalatnya.

3. Mengeluarkan Zakat
Kewajiban mengeluarkan zakat ini hanya diberlakukan apabila seseorang telah mempunyai harta yang cukup atau telah mencapai nisab.

4. Melakukan Puasa di Bulan Ramadhan
Hukum melakukan puasa di bulan Ramadhan adalah wajib. Hal ini berdasarkan firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 183 berikut ini:

Kunci Ibadah (Bag 1) 1-7_QS_Al-Baqarah-183_-_IwLmb

“Yaa ayyuhal ladziina aamanuu kutiba ‘alaikumshshiyaamu kamaa kutiba ‘alal ladziina min qablikum la’allakum tattaquun.”

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, mudah-mudahan kamu bertaqwa.”

5. Menunaikan Haji ke Baitullah
Adapun kewajiban menunaikan haji ini hanya diberlakukan bagi mereka yang mampu, baik dari segi biaya, keamanan perjalanannya maupun kesiapan fisik dan mentalnya dalam melaksanakan semua amalan-amalan haji. Selain itu kewajiban menunaikan ibadah haji tersebut dalam seumur hidup hanya sekali. Maksuudnya, apabila seseorang sudah pernah menunaikan ibadah haji, maka ia sudah tidak mempunyai kewajiban lagi untuk melaksanakannya, walaupun ia punya kemampuan untuk itu. Dan apabila ia masih melaksanakan juga, maka hal itu hukumnya sunnah, yakni jika dilaksanakan mendapatkan pahala dan jika ditinggalkan juga tidak apa-apa.

3. Ihsan

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

A. Pengertian Ihsan
Arti dari “Ihsan” yaitu kebaikan atau kebijaksanaan. Jadi seseorang yang telah mengaku beriman dan memeluk agama Islam, maka dengan sendirinya ia harus membuktikan keimanan dan keislamannya tersebut dengan melakukan berbagai amal kebaikan.

Di dalam sebuah Hadits Riwayat Muslim disebutkan, bahwa Rasulullah SAW pernah menerangkan tentang pengertian ihsan tersebut kepada malaikat yang menyamar sebagai seorang laki-laki yang berpakaian serba putih. Adapun tentang bunyi Hadits tersebut yaitu:

“Qaala, fa akhbirnii’anil ihsaan, qaala anta’budallaaha ka annaka taraahu, fa inlam taraahu fa innahu yaraaka.”

Artinya: “(Berkata laki-laki itu): “Beritahukanlah padaku tentang ihsan!” Rasulullah SAW menjawab: “Beribadahlah engkau kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Dan apabila engkau tidak melihat-Nya, (maka) sesungguhnya Dia selalu melihat engkau.”

Jadi apabila seseorang itu meyakini, bahwa kemana pun dan di mana pun dirinya berada selalu dilihat dan diawasi Allah, maka dengan sendirinya ia akan merasa malu dan takut untuk mengerjakan sesuatu kemaksiatan. Sebaliknya, ia akan selalu berusaha untuk mengerjakan amal kebaikan dengan sebaik-baiknya dan sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan keridhaan dari Allah SWT.

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

Sumber : Judul Buku: Kunci Ibadah
Penulis: Ust. Labib Mz
Penerbit: Putra Jaya Surabaya
Kaligrafi Qur’an by:
Lemabang 2008, Digital Qur’an versi 3,1

About Iwan Lemabang

Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Posted on December 2, 2012, in Pustaka Islam and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: