Bertambah Kaya, Sehat dan Cerdas dengan Shalat Dhuha (Bag. 8)

• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

4. Menyambung Silaturrahim
Menyambung tali silaturrahim dapat membuat badan kita tetap sehat dan segar. Sepele memang, namun kebiasaan Rasulullah ini benar-benar terbukti empiris membuat tubuhnya senantiasa sehat. Bila kita cermati lebih jauh, silaturrahim dapat mempererat tali persaudaraan. Tali persaudaraan yang kuat memudahkan bagi untuk berbagi solusi untuk mengatasi problem kehidupan. Dengan mudahnya kita memperoleh solusi hidup, akan mnghindarkan kita dari perasaan tertekan, stress, uring-uringan, dan sejenisnya. Allah juga berjanji bahwa orang yang gemar bersilaturrahim akan diperluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya. Rasulullah bersabda:

yang artinya: ”Barangsiapa yang yang menginginkan rezekinya dimudahkan dan usianya dipanjang, maka hendaklah dia menyambung tali silaturrahim.”
(HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan Ahmad dari Anas bin Malik)

Bahkan Rasulullah menegaskan bahwa orang yang memutuskan tali silaturrahim tidak akan masuk surga.

yang artinya: ”Tidak akan masuk surga orang yang memutus tali silaturrahim.”
(HR. Muslim dari Ibnu Jarir)

5. Menghindarkan diri dari mengonsumsi barang yang merusak
Mengonsumsi minum-minuman keras, makanan yang diharamkan, obat-obatan terlarang, jelas-jelas merugikan kesehatan. Bukan hanya kesehatan jasmani, namun kesehatan rohani, jiwa dan pikiran juga ikut terganggu. Mengonsumsi barang-barang tersebut juga merusak masa depan hidup seseorang. Kalau sudah demikian, hal ini juga berakibat kepada buruknya perilaku dan sifat seseorang yang juga sangat merugikan orang lain. Allah berfirman:

yang artinya: ”Dan janganlah kamu jerumuskan dirimu ke dalam kerusakan.”
(QS. Al-Baqarah: 195)

6. Banyak berolahraga
Berolahraga sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan dan stamina tubuh. Tidak perlu olahraga yang mahal, cukup berjalan-jalan atau berlari juga sangat signifikan hasilnya. Olahraga dapat mengendurkan otot-otot yang kaku, memperlancar peredaran darah, dan membantu meningkatan metabolisme dan ketahanan tubuh. Rasulullah adalah orang yang gemar berolahraga. Tidak tanggung-tanggung, olahraga yang ditekuninya adalah memanah dan berkuda.

Rasul selalu berjalan kaki ke masjid, pasar, medan jihad, mengunjungi rumah sahabat, dan sebaliknya. Dengan berjalan kaki, keringat akan mengalir, pori-pori terbuka dan peredaran darah akan berjalan lancer. Ini penting untuk mencegah penyakit jantung dan penyakit berat lainnya.

7. Banyak berpuasa
Puasa mempunyai peranan yang signifikan dalam menjaga kesehatan tubuh. Bukan hanya tubuh yang sehat yang kita dapat, pahala juga kita peroleh. Bukan saja fisik yang sehat, jiwa dan rohani kita juga ikut sehat. Puasa telah terbukti empiris dapat menyehatkan badan. Karena dengan puasa, kita memberikan waktu “istirahat” kepada alat pencernaan dan pekerjaan berat mencerna makanan yang tiada henti-hentinya. Rasulullah bersabda:

yang artinya: ”Berpuasalah, engkau akan sehat.”
(HR. Ibnu Suni dan Abu Nu’aim dari Abu Hurairah dalam kitab At-Thib)

8. Tidak pemarah
Nasihat Rasulullah, “Jangan marah” diulangi sampai 3 kali. Ini menunjukkan hakekat kesehatan dan kekuatan muslim bukanlah terletak pada jasmaniah belaka, tetapi lebih jah lagi dilandasi oleh kebersihan dan kesehatan jiwa. Orang pemarah menandakan dirinya tidak mampu mengendalikan amarah dan mengontrol emosi. Ada terapi yang tepat untuk menahan marah:

Mengubah posisi ketika marah, bila berdiri maka duduk, dan bila duduk maka berbaring

Membaca Ta’awwudz, karena marah itu adalah dari syaitan

Segeralah berwudhu

Shalat 2 rekaat untuk meraih ketenangan dan menghilangkan kegundahan hati

9. Shalat
Shalat selain sebagai media komunikasi yang paling “intim” dengan Allah, juga sangat bermanfaat untuk kesehatan. Setiap gerakan shalat yang teratur dan tuma’ninah memberikan efek positif untuk melancarkan peredaran darah dan melenturkan otot-otot yang kaku. Rasulullah bersabda:

yang artinya: ”Telah dianugerahkan kepadaku dari perkara dunia kecintaan kepada wanita dan wangi-wangian dan dijadikan penyejuk mataku (penyenang hati) ada pada shalat.”
(HR. Nasa’i dan Ahmad dari Tsabit bin Anas)

Istilah qurratu ain biasa dipakai untuk menggambarkan sesuatu yang menyenangkan dan menggembirakan. Sebagaimana tersebut dalam Al-Qur’an:

Ya Tuhan kam, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai qurrata a’yun (penyenang hati), dan jadikanlah kami iman bagi orang-orang yang bertakwa.
(QS. Al-Furqan: 74)

C. Manfaat Shalat Dhuha untuk Kesehatan Jasmani
Salah satu upaya menjaga agar tubuh tetap bugar dan sehat adalah dengan membiasakan shalat Dhuha. Hal ini bisa dilihat dari beberapa alas an:

Waktu pelaksanaan shalat Dhuha yang kondusif untuk kesehatan:

Manfaat wudhu sebelum shalat Dhuha

Mukjizat gerakan shalat untuk kesehatan

1. Waktu Pelaksanaan Shalat Dhuha
Shalat Dhuha dikerjakan ketika matahari mulai menampakkan sinarnya, yakni kira-kira jam 7 hingga menjelang tengah hari (Dzuhur). Sinar matahari pagi amat baik untuk kesehatan dan dikondusifkan lagi dengan udara yang masih fress belum tercemar.

Shalat Dhuha pada kondisi alam tersebut sangat baik untuk ber-muwajahah kepada Allah mentranformasikan energi-energi positif dari dalam jiwa dan menyatu dengan alam menjalin hubungan yang mesra dengan Allah. Sebuah ritual yang mahaindah bagi mereka yang ingin merengguk indahnya berkomunikasi dan Sang mahaindah.

2. Manfaat Wudhu
Sebelum shalat kita wajib bersuci. Bila kita berhadats besar – seperti junub – maka wajib mandi, dan jika berhadats kecil – seperti buang angin – kita wajib berwudhu. Perintah wudhu jelas dalam firman Allah:

yang artinya: ”Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki.” (QS. Al-Maidah: 6)

Rasulullah menegaskan pula bahwa Alah tidak akan menerima shalat hamba yang tidak diawali dengan berwudhu:

yang artinya: ”Alah tidak akan menerima shalat yang tidak disertai dengan bersuci.”
(HR. Muslim, Ahmad, dan Ibnu Majah dari Ibnu Umar)

Syariat berwudhu sebelum shalat sangat bermanfaat bagi kesehatan jasmani dan rohani seseorang. Karena wudhu menyimbolkan agar kita selalu bersih. Membasuh anggota tubuh yang bersinggungan secara langsung dengan udara bebas dmaksudkan agar permuka kulit terpelihara dari debu yang bercampur dengan keringat. Ini dapat mencegah permukaan kulit dari iritasi atau peradangan yang disebabkan karena keringat dan debu yang menempel.

Dalam buku “Menyingkap Rahasia Gerakan-Gerakan Shalat,” diketengahkan beberapa pendapat para ilmuwan tentang manfaat wudhu untuk kesehatan.

Dr Abdul Aziz Ismail mengatakan; “Membasuh anggota-anggota tubuh yang kelihatan, beberapa kali dalam sehari, adalah pencegahan terbaik terhadap penyakit kulit dan peradangan. Sebab, kebanyakan kuman masuk ke dalam tubuh manusia dengan menerobos lewat kulit, bahkan parasit cacing masuk ke tubuh melalui kulit juga. Tidak diragukan bahwa membasuh berulang-ulang adalah pencegahan sederhana yang sangat berguna. Lapisan kulit luar menghalangi masuknya kuman ke dalam tubuh, kecuali bila kulit mengelupas. Sementara sebab utama mengelupasnya kulit adalah gatal (eksim) yang diakibatkan kurangnya kebersihan.”

Dr. Muwaffaq asy-Syathi mengatakan; “Wudhu adalah membasuh angota badan tertentu dengan menggunakan air dingin untuk menghilangkan keringat luar agar kembali normal. Wudhu member manfaat yang besar kepada kesehatan tubuh. Karena dengan meningkatkan tekanan darah menambah gerakan jantung, menambah jumlah sel-sel darah merah, mengaktifkan pertukaran (sirkulasi) dalam tubuh, memperkuat gerakan pernapasan, menambah kadar oksigen, serta memperbanyak kadar CO² (carbon dioksida) yang keluar. Membasuh bagian-bagian yang terbuka dengan wudhu, bermanfaat kepada tubuh yaitu memperlancar kencing, mengeluarkan racun-racun, menambah nafsu makan, mengaktfkan pencernakan, merangsang otot kulit dan otot sendi. Ransangan ini berpindah menuju ke seluruh otot urat leher, paru-paru, perut, kemudian diteruskan kepada seluruh anggota tubuh dan kelenjar-kelenjar.”

Jika kebiasaan berwudhu dan shalat Dhuha diintensifkan, Insya Allah akan sangat berimplikasi positif kepada esehatan jasmani seseorang.

Orang yang berangkat kerja ke kantor menggunakan kendaraan bermotor, sesampainya di kantor ia berwudhu kemudian shalat Dhuha, maka dengan wudhu akan hilang debu dan keringat yang menempel pada wajah, tangan dan kakinya. Apalagi mereka yang menggunakan kendaraan umum untuk media sampai ke tempat kerja. Berdesak-desakan di bus, bersinggungan dengan orang lain, debu dan asap knalpot yang menerpa, plus kualitas udara yang buruk. Bila ia awali aktiftasnya di tempat kerja dengan berwudhu dan shalat Dhuha, maka dengan wudhu itu akan menghilangkan penat, keringat dan debu pada muka, tangan, atau kakinya yang ia dapat da;am perjalanan. Dan pada akhirnya kesehatan tubuh akan terjaga yang tentunya akan meningkatkan motifasi dan gairah kerja.

Kebiasaan berwudhu – ditambah shalat Dhuha – sebelum bekerja dan beraktifitas, akan meningkatkan kinerja, karena dapat meminimalisir ganggunan kesehatan yang pada akhirnya berimbas pada kinerja seseorang. Dengan berwudhu, kuman-kuman yang menempel pada wajah, tangan atau kaki akan hilang. Peredaran darah menjadi stabil, menambah jumlah sel-sel darah merah, mengaktifakan pertukaran (sirkulasi) dalam tubuh, memperkuat gerakan pernapasan, menambah kadar oksigen, serta memperbanyak kadar CO² yang keluar. 3. Manfaat Gerakan Shalat untuk Kesehatan
Shalat Dhuha yang dilaksanakan pada pagi hari ketika matahari memancarkan sinar yang baik untuk kesehatan ditambah kualitas udara yang masih baik, dan diawali dengan wudhu yang baik, akan meningkatkan kesehatan jasmani secara optimal. Karena setiap grakan shalat adalah olahraga yang otot-otot dan persendian tubuh.

Rangkaian gerakan shalat yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW sarat akan hikmah dan bermanfaat bagi kesehatan sebagaimana diungkapkan oleh limuwan dan cendikiawan muslim. Mereka juga mengakui bahwa gerakan shalat secara empiris sangat membantu fitalitas dan kebugaran tubuh. Syaratnya, semua gerakan tersebut dilakukan dengan benar, tuma’ninah (perlahan dan tidak terburu-buru), dan istiqamah (konsisten/terus menerus).

Dr H. Ali Saboe, seorang professor medis menjelaskan, bila ditinjau dari segi kesehatan, setiap gerakan, sikap, serta setiap perubahan dalam gerakan tubuh seseorang pada saat melaksanakan shalat merupakan suatu rangkaian dari butir-butir ritmis yang mengandung nilai kesehatan yang tiada terhingga. Oleh karena itu, setiap penyimpangan dari gerakan shalat akan mengubah fungsi dan manfaat yang ada, dan dalam syariat hal itu tidak dibenarkan.

Prof. Dr. Vanshreber mengatakan, gerakan shalat menurut agama Islam adalah satu cara untuk memperoleh kesehatan dalam arti yang seluas-luasnya dan dapat dibuktikan secara ilmiah.

Sementara Prof. Dr. Kohirausch dan Prof. Dr. Leube mengatakan, gerakan-gerakan shalat dapat mengurangi dan bahkan bisa mencegah penyakit jantung. (Hembing Wijayakusuma: 120-121)

Dalam buku “Mukjizat Gerakan Shalat,” Drs. Madyo Wirasongko MBA mengungkapkan bahwa gerakan shalat dapat melenturkan urat saraf, mengaktifkan system keringat, dan system pemanasan tubuh. Selain itu juga membuka pintu oksigen ke otak, mengeluarkan muatan listrik negatif dari dalam tubuh, membiasakan pembuluh darah halus di otak mendapatkan tekanan tinggi, dapat membuka pembuluh darah di bagian dalam tubuh (arteri jantung).

D. Shalat Dhuha sebagai Olahraga yang Efisien dan Efisien
Berolahraga bertujuan untuk memperlancar peredaran darah, dan mempercepat penyebaran impuls urat saraf ke bagian tubuh atau sebaliknya, melenturkan otot-otot yang kaku, menjaga metabolisme tubuh, sehingga tubuh senantiasa bugar. Olahraga juga sangat baik untuk membakar lemak berlebih agar tidak terjadi obesitas (kegemukan), dan mencegah pengendapan yang dapat menimbulkan gangguan jantung, tekanan darah tinggi, gagal ginjal, dan penyakit gula.

Banyak orang berpendapat bahwa mengerjakan aktiftas fisik sehari-hari seperti menyapu, mengepel, dan mencuci sudah termasuk olahraga. Namun perlu dipahami bahwa olahraga harus teratur dan berkesinambungan. Itu yang tidak terdapat dalam pekerjaan sehari-hair semisal itu. Yang biasanya hanya satu bagian yang bergerak maksimal dan bagian tubuh lain tidak.

Olahraga banyak ragamnya, dari yang paling murah seperti berjalan, berlari, jogging, hingga olahraga berat semacam beladiri, angkat besi, atau olahraga yang dimaksudkan untuk pembentukan otot-otot tubuh.

Setiap jenis olahraga juga tidak semua cocok untuk kondisi semua orang. Ada olahraga tertentu yang tidak dianjurkan dilakukan oleh mereka para penderita tekanan darah tinggi, penyakit jantung, infeksi paru-paru, dan kencing manis. Mereka hendaknya berkonsultasi ke dokter dulu untuk mengetahui jenis olahraga apa yang cocok. Biasanya olahraga yang cocok bagi mereka adalah yang intensitasnya rendah dan dilakukan tidak terlalu lama, seperti jalan kaki. Berbeda dengan orang yang normal yang tidak mengidap penyakit, sangat baik memilih olahraga yang kapasitas aerobiknya tinggi seperti lari, renang, bersepeda, dan jogging.

Sungguh shalat merupakan olahraga yang simple, efisien, tidak memerlukan waktu yang lama, cukup 5-10 menit, namun akan sangat terasa manfaatnya. Jika olahraga tertentu tidak cocok untuk kalangan tertentu, tidak dengan shalat. Gerakan-gerakan shalat yang dinamis dan teratur, cocok untuk semua kalangan dan semua umur. Shalat tidak mungkin menciderai seseorang.

• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

Sumber: Judul Buku: Bertambah Kaya, Sehat dan Cerdas dengan Shalat Dhuha
Penyusun: Ust. Abdurrahman Al-Qahthani

About Iwan Lemabang

Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Posted on December 8, 2013, in Pustaka Islam and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: